<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-479492830631108412</id><updated>2012-02-16T18:33:22.411-08:00</updated><title type='text'>armagendon</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://armagendon-mieftah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/479492830631108412/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armagendon-mieftah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>mieftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06342784042580877961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_zPt6Rka-0zU/SgEiD_qwghI/AAAAAAAAABs/27ET1k3Rgao/S220/IMG0132A.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-479492830631108412.post-5593079282575524644</id><published>2009-05-06T18:38:00.000-07:00</published><updated>2009-05-06T18:46:17.276-07:00</updated><title type='text'>Dicolek "Tikus"</title><content type='html'>Malam itu, Nury tidur duluan, aku dan Roby masih asik bermain kartu, berempat bersama Dion dan Sugeng. Nury emang tipe orang yang tidak suka kegiatan-kegiatan yang kata dia "membuang-buang waktu", kalo nurut aku sih fine-fine aja, selama kegiatan yang kita lakukan tidak membahayakan dan merusak, dan pendapatku ini seringkali diamini oleh yang lain, sesama penghuni kos di komplek Haji Durojak (aslinya sih Abdurrozak, tapi karena terlalu ribet, jadilah nama yang simpel "Durojak"), yang semuanya 10 kamar. Aku tidur bersama Nury dan Roby, kami bertiga bersama 5 teman yang lain yang kos satu komplek, bekerja di tempat yang sama.Menjelang tengah malam, permainan kartu kami bubar, soalnya besok aku dan Roby mau nonton film di Mangga 2. Ketika aku bersiap hendak tidur, kulihat Nury sudah tertidur pulas. Lampu kamar segera dimatikan oleh Roby, karena kami sudah terbiasa tidur dengan mematikan lampu.  Belum lama aku tertidur pulas, tiba-tiba aku terbangun karena mendengar jeritan, kubuka mataku untuk melihat yang terjadi, dari sorot lampu di luar kamar terlihat kejadian yang menakutkan, Nury meloncat-loncat sambil berputar-putar, mengayun-ayunkankan tangan kirinya ke arah pinggangnya, sambil berteriak-teriak "Whoaaa....whoaaa....whoaaa". Melihat kejadian itu, aku hanya bisa terpaku di tempat aku berbaring, yang terpikir di benakku hanyalah bahwa Nury sedang kesurupan dan aku tak tahu apa yang harus kuperbuat, aku takut kalau-kalau Nury bertindak sesuatu yang di luar nalar dan batas kewajaran. Dalam situasi seperti itu, Roby yang juga terbangun langsung menyalakan lampu kamar, dan mendiamkan Nury sambil memegang pundaknya dan berujar "Sadar Nur, sadar...!!!!!!". Sementara dari luar kamar, terdengar suara gaduh, tetangga-tetangga kos terbangun dan menghampiri pintu kamar kami, "Hei, ada apa...!!! Buka pintunya..!!!", kudengar Sugeng yang kamarnya di depan kamarku berteriak. Aku sendiri yang masih tertegun melihat Nury tak juga berhenti melompat-lompat dan berteriak, belum bisa berbuat apa-apa. Sekitar satu menit kemudian, kulihat Roby sudah bisa menenangkan Nury, dan Nury pun sudah tidak melompat-lompat dan berteriak, tapi tangan kirinya masih diayun-ayunkan ke atas dan ke bawah. Setelah melihat itu, aku langsung bisa berdiri dan buru-buru membuka pintu, untuk menenangkan orang-orang yang gaduh di luar kamar.Setelah keadaan tenang, barulah ketahuan kejadian sebenarnya, yang ternyata sangat konyol. Sewaktu Nury tidur, tanpa sengaja tangan kirinya tertekan oleh badannya sendiri, karena lama sehingga peredaran darah di tangannya tidak lancar dan menyebabkan mati rasa, pada saat itu dia menggaruk pinggangnya yang terasa gatal dengan tangan kiri, tapi ketika dia menggaruk pinggangnya, yang dia rasakan adalah ada sesuatu yang mencolek-colek pinggangnya, dan dalam keadaan tidur dia terus mencoba menyingkirkan "sesuatu" tersebut, karena "sesuatu" itu tidak hilang-hilang juga, akhirnya dia terbangun dan mencoba menyingkirkannya dengan mengibas-ngibaskan tangan kirinya ke pinggangnya, di dalam kegelapan ruangan di kamar, dan dalam keadaan masih setengah sadar, yang ada di bayangan Nury adalah bahwa "sesuatu" itu adalah tikus yang merayap ke pinggangnya, dan sepontan dia berdiri dan menyoba menyingkirkan "tikus" itu, tapi karena "tikus" itu tidak kunjung pergi juga bahkan semakin keras "mencakar" pinggangnya, dia lalu histeris dan berteriak-teriak, hingga terjadilah kegaduhan di malam itu. Orang-orang yang terbangun dan mendatangi kamar kami langsung menggerutu, begitu mengetahui ternyata kejadiannya hanyalah disebabkan masalah "mati rasa", lalu bubarlah masing-masing meneruskan tidurnya. Sebelum bubar, Dony, tetangga kos kami nyeletuk,"Wah, coba tangan yang mati rasa itu diletakkan di bawah sarung, pasti lebih enak, soalnya serasa ada tangan lain yang sedang 'bekerja'". Waduh, boleh tuh dicoba!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/479492830631108412-5593079282575524644?l=armagendon-mieftah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armagendon-mieftah.blogspot.com/feeds/5593079282575524644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=479492830631108412&amp;postID=5593079282575524644' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/479492830631108412/posts/default/5593079282575524644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/479492830631108412/posts/default/5593079282575524644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armagendon-mieftah.blogspot.com/2009/05/dicolek-tikus.html' title='Dicolek &quot;Tikus&quot;'/><author><name>mieftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06342784042580877961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_zPt6Rka-0zU/SgEiD_qwghI/AAAAAAAAABs/27ET1k3Rgao/S220/IMG0132A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-479492830631108412.post-2951624942890173984</id><published>2009-05-01T23:04:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T23:06:22.607-07:00</updated><title type='text'>WE WILL NOT GO DOWN</title><content type='html'>WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)&lt;br /&gt;(Composed by Michael Heart)&lt;br /&gt;Copyright 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A blinding flash of white light&lt;br /&gt;Lit up the sky over Gaza tonight&lt;br /&gt;People running for cover&lt;br /&gt;Not knowing whether they’re dead or alive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They came with their tanks and their planes&lt;br /&gt;With ravaging fiery flames&lt;br /&gt;And nothing remains&lt;br /&gt;Just a voice rising up in the smoky haze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In the night, without a fight&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;But our spirit will never die&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In Gaza tonight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Women and children alike&lt;br /&gt;Murdered and massacred night after night&lt;br /&gt;While the so-called leaders of countries afar&lt;br /&gt;Debated on who’s wrong or right&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But their powerless words were in vain&lt;br /&gt;And the bombs fell down like acid rain&lt;br /&gt;But through the tears and the blood and the pain&lt;br /&gt;You can still hear that voice through the smoky haze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In the night, without a fight&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;But our spirit will never die&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In Gaza tonight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============ ========= ====&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahannya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya putih yang membutakan mata&lt;br /&gt;Menyala terang di langit Gaza malam ini&lt;br /&gt;Orang-orang berlarian untuk berlindung&lt;br /&gt;Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka datang dengan tank dan pesawat&lt;br /&gt;Dengan berkobaran api yang merusak&lt;br /&gt;Dan tak ada yang tersisa&lt;br /&gt;Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak akan menyerah&lt;br /&gt;Di malam hari, tanpa perlawanan&lt;br /&gt;Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami&lt;br /&gt;Tapi semangat kami tidak akan pernah mati&lt;br /&gt;Kami tidak akan menyerah&lt;br /&gt;Di Gaza malam ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita dan anak-anak&lt;br /&gt;Dibunuh dan dibantai tiap malam&lt;br /&gt;Sementara para pemimpin nun jauh di sana&lt;br /&gt;Berdebat tentang siapa yg salah &amp;amp; benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan&lt;br /&gt;Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujam asam&lt;br /&gt;Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit&lt;br /&gt;Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak akan menyerah&lt;br /&gt;Di malam hari, tanpa perlawanan&lt;br /&gt;Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami&lt;br /&gt;Tapi semangat kami tidak akan pernah mati&lt;br /&gt;Kami tidak akan menyerah&lt;br /&gt;Di Gaza malam ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/479492830631108412-2951624942890173984?l=armagendon-mieftah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armagendon-mieftah.blogspot.com/feeds/2951624942890173984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=479492830631108412&amp;postID=2951624942890173984' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/479492830631108412/posts/default/2951624942890173984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/479492830631108412/posts/default/2951624942890173984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armagendon-mieftah.blogspot.com/2009/05/we-will-not-go-down.html' title='WE WILL NOT GO DOWN'/><author><name>mieftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06342784042580877961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_zPt6Rka-0zU/SgEiD_qwghI/AAAAAAAAABs/27ET1k3Rgao/S220/IMG0132A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-479492830631108412.post-6463369730062468075</id><published>2009-04-29T22:17:00.000-07:00</published><updated>2009-04-29T22:47:45.078-07:00</updated><title type='text'>Pendidikan Duduk Santai</title><content type='html'>&lt;div class="storycontent"&gt;          &lt;p&gt;Bangku sekolah telah kududuki lebih dari tiga tahun. Telah mengajakku berpikir lebih jauh dari biasanya. Pelajaran yang biasa kuhadapi telah diperbaharui setiap detiknya. Akankah aku dapat mengikuti semua sifat-sifat yang selalu berubah ketetapannya setiap tahun. Bagaimana aku bisa memahami, setiap tingkah lakunya yang seharusnya sudah aku kenal baik. Kurikulum yang selalu berubah, membuat jantung copot setiap mendengarnya. Pendidikan yang belum merata menghambatku untuk bercermin. Tidak ada kaca di kelasku, hari membuat tubuh semakin kotor terjerumus lumpur kebodohan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pendidikan…pendidikan, suatu ungkapan yang patut dicurigai. Mengapa? Karena semua guru belum tentu bisa menyampaikan kepandaiannya untuk dicopy anak didiknya. Guru yang dibenci adalah motivasi untuk tidak selalu memperhatikannya di depan kelas selagi menerangkan. Aku ingin maju, kaki dan tangan waktu memaksaku begitu. Setidaknya omonganku menjadi pedomanku ketika bangku kelas tiga menyapaku.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Sudah kupoles setiap jawaban agar bangku guru tidak di duduki oleh pengajar yang kuremehkan. Namun apa yang terjadi, suatu perwakilanku ditendang keluar untuk berhenti menyeruakan kemajuan. Ternyata seoarang guru tidak hanya bermodalkan niat, kepintaran, kerajinan, tapi juga pengambilan hati seorangnya kepada murid agar muridnya tetap mencatat kata-kata yang telah diterangkannya. Dan yang lebih penting yaitu mempunyai perasaan “Tahu Diri“. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bahasa yang kaku saat ngoceh di depan, sangatlah tidak diperlukan. Membuat mata berat bertambah dua puluh kilogram. Sayangkah guru pada kami? Harga diri kami serasa terinjak. Mereka katakan “Malu bertanya sesat di jalan”, saat menanyakan “Masa kamu ngga ngerti sih, inikan pelajaran kelas dua. Sekarangkan kamu sudah kelas tiga. Pengen kamu kekelas dua lagi?”.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seolah mereka itu tidak pernah menyatakan hal yang sebelumnya. Kata-kata yang menjadi alasan tepat untuk tetap menulis, dengan hitungan detik hanya dengan kata-kata mereka menyentil pulpen murid dan membiarkannya jatuh ke lantai. Sebenarnya bukan kami yang bodoh tapi merekalah yang membuat kami malas. Itulah Indramayu dengan sosok pendidikannya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dengan secarik kertas aku hanya mencoba mengungkapkan sesuatu yang masih tersembunyi. Pendidikan di sini minim, seminim isi kantongku untuk tetap melanjutkan kejenjang selanjutnya. Pendidikan selalu diam yang ada di dalamnyalah yang bergerak. Secepat apakah gerakannya, tergantung kendaraan yang sekarang dia pakai. Mulai dari sekarang kudandani wajah manisnya supaya senyumku sumringah di saat mengetahui bahwa aku lulus dengan nilai hasilku, bukan polesan guru. Bisakah?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pendidikan tergantung yang ada di dalam, masih maukah dia berjalan. Tidak duduk santai yang tampak di luar. Diam menyaksikan globalisasi yang menghanyutkan, menggigitkan jari. &lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/479492830631108412-6463369730062468075?l=armagendon-mieftah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armagendon-mieftah.blogspot.com/feeds/6463369730062468075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=479492830631108412&amp;postID=6463369730062468075' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/479492830631108412/posts/default/6463369730062468075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/479492830631108412/posts/default/6463369730062468075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armagendon-mieftah.blogspot.com/2009/04/pendidikan-duduk-santai.html' title='Pendidikan Duduk Santai'/><author><name>mieftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06342784042580877961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_zPt6Rka-0zU/SgEiD_qwghI/AAAAAAAAABs/27ET1k3Rgao/S220/IMG0132A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-479492830631108412.post-8619933380964561410</id><published>2008-12-02T18:46:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T19:04:03.806-08:00</updated><title type='text'>Cermin Seekor Burung</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;          &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Ketika musim kemarau baru saja mulai. Seekor burung pipit mulai merasakan tubuhnya kepanasan, lalu mengumpat pada lingkungan yang dituduhnya tidak bersahabat. Dia lalu memutuskan untuk meninggalkan tempat yang sejak dahulu menjadi habitatnya, terbang jauh ke utara, mencari udara yang selalu dingin dan sejuk.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Benar, pelan pelan dia merasakan kesejukan udara, makin ke utara makin sejuk, dia semakin bersemangat memacu terbangnya lebih ke utara lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terbawa oleh nafsu, dia tak merasakan sayapnya yang mulai tertempel salju, makin lama makin tebal, dan akhirnya dia jatuh ke tanah karena tubuhnya terbungkus salju.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sampai ke tanah, salju yang menempel di sayapnya justru bertambah tebal. Si burung pipit tak mampu berbuat apa apa, menyangka bahwa riwayatnya telah tamat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia merintih menyesali nasibnya. Mendengar suara rintihan, seekor kerbau yang kebetulan lewat menghampirinya. Namun si burung kecewa mengapa yang datang hanya seekor kerbau. Dia menghardik si kerbau agar menjauh dan mengatakan bahwa makhluk yang tolol tak mungkin mampu berbuat sesuatu untuk menolongnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Si kerbau tidak banyak bicara, dia hanya berdiri, kemudian kencing tepat di atas burung tersebut. Si burung pipit semakin marah dan memaki maki si kerbau. Lagi-lagi si kerbau tidak bicara, dia maju satu langkah lagi, dan mengeluarkan kotoran ke atas tubuh si burung. Seketika itu si burung tidak dapat bicara karena tertimbun kotoran kerbau. Si Burung mengira lagi bahwa mati tak bisa bernapas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun perlahan lahan, dia merasakan kehangatan, salju yang membeku pada bulunya pelan-pelan meleleh oleh hangatnya tahi kerbau, dia dapat bernapas lega dan melihat kembali langit yang cerah. Si burung pipit berteriak kegirangan, bernyanyi keras sepuas puasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar ada suara burung bernyanyi, seekor anak kucing menghampiri sumber suara, mengulurkan tangannya, mengais tubuh si burung dan kemudian menimang nimang, menjilati, mengelus dan membersihkan sisa-sisa salju yang masih menempel pada bulu si burung. Begitu bulunya bersih, si burung bernyanyi dan menari kegirangan, dia mengira telah mendapatkan teman yang ramah dan baik hati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun apa yang terjadi kemudian, seketika itu juga dunia terasa gelap gulita bagi si burung, dan tamatlah riwayat si burung pipit ditelan oleh si kucing.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hmm… tak sulit untuk menarik garis terang dari kisah ini, sesuatu yang acap terjadi dalam kehidupan kita: halaman tetangga tampak selalu lebih hijau; penampilan acap menjadi ukuran; yang buruk acap dianggap bencana dan tak melihat hikmah yang bermain di sebaliknya; dan merasa bangga dengan nikmat yang sekejap. Burung pipit itu adalah cermin yang memantulkan wajah kita…&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;                &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/479492830631108412-8619933380964561410?l=armagendon-mieftah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armagendon-mieftah.blogspot.com/feeds/8619933380964561410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=479492830631108412&amp;postID=8619933380964561410' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/479492830631108412/posts/default/8619933380964561410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/479492830631108412/posts/default/8619933380964561410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armagendon-mieftah.blogspot.com/2008/12/cermin-seekor-burung.html' title='Cermin Seekor Burung'/><author><name>mieftah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06342784042580877961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_zPt6Rka-0zU/SgEiD_qwghI/AAAAAAAAABs/27ET1k3Rgao/S220/IMG0132A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
